Kalkulator Diskon
Diskon 20% dari Rp 250.000 menyisakan Rp 200.000. Diskon bertingkat 20% dan 10% memotong 28%, jadi Anda membayar Rp 180.000, bukan Rp 175.000. Harga Rp 200.000 setelah diskon 20% sebelumnya adalah Rp 250.000.
Cara memakai
- Di "Harga jual", masukkan harga asli dan persentase diskon. Tambahkan diskon kedua atau ketiga jika penawarannya berlaku bertingkat.
- Baca harga akhir, jumlah yang Anda hemat dan total diskon yang sebenarnya. Untuk penawaran bertingkat, setiap langkahnya dirinci satu per satu.
- Pakai "Harga sebelum diskon" jika Anda tahu harga jual dan persentase potongannya, atau "Persentase diskon" jika Anda tahu kedua harganya.
Cara menghitung
Harga jual = harga asli × (1 − diskon ÷ 100). Misalnya 100 dengan diskon 20% adalah 100 × 0,80 = 80, jadi Anda menghemat 20.
Diskon bertingkat saling dikalikan: akhir = asli × (1 − d1) × (1 − d2) × (1 − d3). Total diskon sebenarnya = 1 − (1 − d1)(1 − d2)(1 − d3).
Karena itu 20% + 10% adalah 1 − 0,80 × 0,90 = 28%, bukan 30%. Diskon kedua bekerja pada harga yang sudah lebih kecil.
Harga asli dari harga jual = harga jual ÷ (1 − diskon ÷ 100). 80 setelah diskon 20% menghasilkan 80 ÷ 0,80 = 100.
Persentase diskon = (harga asli − harga jual) ÷ harga asli × 100. Urutan diskon bertingkat tidak mengubah harga akhir, karena perkalian tidak bergantung pada urutan.
Mengapa 20% + 10% bukan 30%
Setiap diskon berlaku pada harga yang tersisa setelah diskon sebelumnya. Potong 20% dari 100 dan Anda membayar 80. Lalu potong 10% dari 80, yaitu 8, dan Anda membayar 72. Total diskonnya 28, bukan 30.
Tabel menampilkan diskon gabungan yang sebenarnya di samping angka yang didapat jika persentasenya sekadar dijumlahkan. Dua diskon 50% tidak membuat barang gratis: 100 menjadi 50, lalu 25.
| Harga asli | Diskon | Harga akhir | Total diskon sebenarnya | Dijumlahkan |
|---|---|---|---|---|
| 100 | 20% | 80 | 20% | 20% |
| 100 | 20% + 10% | 72 | 28% | 30% |
| 100 | 50% + 50% | 25 | 75% | 100% |
| 200 | 30% + 20% + 10% | 100,8 | 49,6% | 60% |
| 80 | 15% + 15% | 57,8 | 27,75% | 30% |
Mencari harga sebelum diskon
Jika sebuah barang 80 setelah diskon 20%, harga aslinya bukan 80 + 20%. Diskon 20% diambil dari harga asli, sehingga harga asli = 80 ÷ (1 − 0,20) = 100. Menambahkan 20% pada 80 akan menghasilkan 96, yang salah.
Mencari persentase diskon
Diskon % = (harga asli − harga jual) ÷ harga asli × 100. Dari 100 turun ke 80 adalah 20%. Harga jual di atas harga asli menghasilkan persentase negatif, yaitu kenaikan harga.
Pembulatan
Harga ditampilkan dengan dua angka desimal, tetapi perhitungannya menyimpan presisi penuh, sehingga rangkaian diskon yang panjang tidak menumpuk galat pembulatan. Toko biasanya membulatkan di tiap langkah, jadi total di kasir bisa berbeda sedikit.
Pertanyaan umum
Apakah diskon 20% ditambah diskon 10% sama dengan diskon 30%?
Tidak. Diskon kedua berlaku pada harga yang sudah dipotong. Diskon 20% lalu 10% memberi total diskon 28%, jadi dari 100 Anda membayar 72, bukan 70.
Apakah urutan diskon berpengaruh?
Tidak. Diskon 10% lalu 20% memberi harga akhir yang sama dengan 20% lalu 10%, karena yang dikalikan tetap faktor yang sama (0,90 dan 0,80).
Bagaimana mencari harga asli dari harga jual?
Bagi harga jual dengan 1 dikurangi diskon dalam bentuk pecahan. Untuk diskon 20%, bagi dengan 0,80. Menambahkan 20% di atas harga jual memberi jawaban yang salah.
Bagaimana menghitung persentase potongan antara dua harga?
Kurangi harga asli dengan harga jual, bagi dengan harga asli lalu kalikan 100. Dari Rp 299.000 menjadi Rp 209.300 adalah diskon tepat 30%.
Bagaimana jika diskonnya nominal tetap, bukan persentase?
Kurangkan langsung: Rp 250.000 dikurangi kupon Rp 50.000 menjadi Rp 200.000. Untuk melihatnya sebagai persentase, pakai mode Persentase diskon dengan 250000 dan 200000 (hasilnya 20%).
Apakah bisa dipakai untuk mata uang apa pun?
Bisa. Masukkan angka biasa dalam satu mata uang; hasilnya memakai satuan yang sama.