Kalkulator ROI
Modal Rp50.000.000 yang menjadi Rp65.000.000 berarti untung Rp15.000.000 dan ROI 30%. Jika dalam 3 tahun, imbal hasil tahunannya 9,14%.
Cara memakai
- Masukkan jumlah modal dan nilai investasi sekarang atau saat dijual.
- Opsional: isi lama investasi dan pilih tahun, bulan atau hari untuk melihat imbal hasil tahunan.
- Lihat ROI, untung atau rugi, kelipatan modal, dan imbal hasil tahunan.
Cara menghitung
ROI = (nilai akhir − modal) ÷ modal × 100. Laba bersih = nilai akhir − modal.
Imbal hasil tahunan = (nilai akhir ÷ modal)^(1 ÷ jumlah tahun) − 1. Ini tingkat pertumbuhan tetap per tahun yang, secara majemuk, menghasilkan pertumbuhan yang sama (CAGR).
Bulan dibagi 12 dan hari dibagi 365. Kehilangan seluruh modal berarti −100%. Imbal hasil tahunan tidak terdefinisi jika nilai akhir negatif.
Masukkan biaya, bunga yang dibayar, atau dividen yang diterima ke dalam modal dan nilai akhir agar angkanya mencerminkan hasil yang benar-benar didapat.
Pertanyaan umum
Berapa ROI yang bagus?
Tergantung risiko dan lama menunggu. Bandingkan imbal hasil tahunan, bukan ROI total. 50% dalam 10 tahun jauh lebih kecil daripada 50% dalam setahun.
Kenapa imbal hasil tahunan lebih kecil dari ROI dibagi jumlah tahun?
Karena efek majemuk. 100% dalam 5 tahun sama dengan 14,87% per tahun, bukan 20%, sebab keuntungan tiap tahun ikut menghasilkan keuntungan.
Apa arti kelipatan 1,5×?
Nilai akhir 1,5 kali modal awal, sama dengan ROI 50%.
Apakah ROI memperhitungkan inflasi atau pajak?
Tidak. Ini persentase keuntungan biasa. Kurangi sendiri pajak dan biaya dari nilai akhir, lalu bandingkan dengan inflasi jika ingin tahu imbal hasil riilnya.